Persiapan Pemrograman PHP di Windows dengan XAMPP

 Pada dasarnya, kita membutuhkan alat-alat ini untuk bisa mulai coding PHP:

  1. Teks Editor;
  2. Web Browser;
  3. Web Server;
  4. PHP itu sendiri.

Nah, pada pembahasan kali ini.. kita akan fokus mempersiapkan web server dan PHP. Untuk teks editor dan browser, kamu bisa baca di tulisan yang berbeda:

PHP adalah bahasa pemrograman yang berjalan di server, karena itu kita membutuhkan sebuah web server.

Webserver di windows bisa dibuat dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan PHP secara manual dengan web server bawaan PHP; ada yang menggunakan WSL lalu menginstal LAMPP Stack; ada yang menggunakan XAMPP; ada yang menggunakan Docker, dan lain sebgainya.

Namun, intinya kita hanya perlu menyiapkan web server sebagai tempat PHP dijalankan.

Pada tutorial ini, kita akan menggunakan XAMPP.

Siap?

Mari kita mulai..

Apa itu XAMPP?

XAMPP adalah program untuk membuat server. XAMPP menyediakan paket server yang kita butuhkan untuk pengembangan web dengan PHP. Mulai dari PHP, MySQL, PHPmyadmin, dll.

XAMPP merupakan singkatan dari X (cross-platform)Apache, MySQL atau MariaDB, PHP, Perl. Huruf X di XAMPP memiliki makna cross-platform yang artinya XAMPP bisa digunakan di berbagai sistem operasi seperti Linux, Windows, dan MacOS.


Pada Control Panel ini, kita bisa menyalakan dan mematikan, melakukan konfigurasi, memantau log, menjalankan shell, dan lain-lain.

Untuk percobaan, coba klik tombol Start pada Apache dan MySQL.


Apache adalah webserver untuk menjalankan PHP dan MySQL adalah database server untuk menjalankan MySQL.

Jika ada warna hijau dan ada nilai PID dan Port.. maka artinya server sudah berjalan. Tinggal kita pakai saja.

Apa itu PID dan Port?

  • PID adalah process ID, merupakan nomer proses yang dipakai pada taks manager
  • Port adalah nomer port yang akan dipakai untuk mengakses server.

Nomer Port ini perlu kamu perhatikan, karena bisa jadi nomer port tersebut sudah dipakai oleh service yang lain.

Biasanya apache akan menggunakan nomer port 80443 dan MySQL akan menggunakan nomer port 3306.


Server apache gagal dijalankan karena nomer port-nya sudah terpakai atau bentrok.

Yang perlu kamu lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah:

  1. Mematikan service yang berjalan di port tersebut;
  2. atau mengganti nomer port default dari Apache.

Jika ingin mengganti nomer port default dari apache, caranya klik tombol Config di sebelah tombol admin di apache.

Kemudian ubah listen 80, menjadi nomer port yang lain misalnya listen 8080 maka nomer port apache akan menjadi 8080.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Python: Cara Membaca dan Menulis File di Python

Belajar Javascript: Memahami Struktur Data Array pada Javascript

Belajar Javascript #7: Memahami 6 Bentuk Percabangan pada Javascript